obrolannews.id | Tegal : Bagi sebagian masyarakat, air bersih mungkin merupakan sesuatu yang sederhana. Namun bagi warga di wilayah Tuku Pedet, Desa Rangimulya, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari bukan perkara mudah.
Sebelum hadirnya Program Imigrasi Tegal Rangkul Desa (MITRA DESA), warga harus menempuh jarak hampir satu kilometer untuk mendapatkan air bersih. Fasilitas pengeboran yang pernah tersedia pun sudah rusak dan tidak lagi layak digunakan. Persoalan lain yang dihadapi masyarakat adalah minimnya fasilitas sanitasi atau MCK yang layak.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tegal. Melalui Program MITRA DESA, Imigrasi Tegal membangun MCK/Toilet Umum dan fasilitas penampungan air bersih di Desa Rangimulya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya menghadirkan keberadaan Imigrasi yang tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan dan pengawasan keimigrasian, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tegal, Purbo Satrio, menegaskan bahwa kehadiran Imigrasi di tengah masyarakat harus mampu dirasakan manfaatnya.
Program MITRA DESA menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya membangun kemitraan antara Imigrasi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Bagi warga, kehadiran fasilitas air bersih dan MCK bukan sekadar pembangunan fisik. Fasilitas tersebut menjawab kebutuhan dasar yang selama ini menjadi persoalan sehari-hari.
Salahseorang warga mengungkapkan bahwa sebelum adanya bantuan dari Imigrasi Tegal, masyarakat harus berjalan cukup jauh untuk memperoleh air bersih.
“Kalau untuk mengambil air bersih itu jaraknya hampir satu kilometer,” tuturnya.
Kondisi sanitasi juga menjadi persoalan. Warga mengaku belum memiliki fasilitas MCK yang memadai sehingga sebagian aktivitas terpaksa dilakukan di ruang terbuka, termasuk di sungai ataupun kawasan perkebunan.
“Untuk MCK memang di sini terbuka alam. Kadang ada yang di sungai, kadang ada yang di perkebunan,” ungkap warga tersebut.
Kehadiran fasilitas baru itu pun disambut penuh syukur. Bagi masyarakat, air bersih dan MCK merupakan kebutuhan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Air bersih itu kebutuhan sehari-hari. MCK ada, dan air bersih ada. Perasaannya senang, bersyukur,” kata warga.
Program MITRA DESA tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diawali dengan melihat langsung kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Imigrasi Tegal berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Rangimulya dan masyarakat, mulai dari survei lokasi, identifikasi kebutuhan, pengadaan material, pembangunan, hingga pemeriksaan dan penyerahan fasilitas untuk dimanfaatkan bersama.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa program sosial Imigrasi dibangun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
Warga pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran Imigrasi, termasuk kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto dan Direktorat Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat desa.
“Semua warga mengucapkan terima kasih atas adanya program ini, atas bantuan dari Kantor Imigrasi. Kami bisa menikmati air bersih,” ujar warga.
Program MITRA DESA menjadi bagian dari semangat “Imigrasi untuk Rakyat”, yakni menghadirkan institusi Imigrasi agar semakin dekat dengan masyarakat dan memberikan kontribusi yang dapat dirasakan secara langsung.
Kehadiran Imigrasi di Desa Rangimulya memperlihatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan dokumen dan layanan keimigrasian. Di tengah masyarakat, Imigrasi juga dapat mengambil peran melalui kepedulian sosial dan pembangunan sarana yang menyentuh kebutuhan dasar.
Bagi masyarakat Tuku Pedet, air bersih yang kini lebih mudah diakses membawa arti yang jauh lebih besar daripada sekadar fasilitas.
Ia adalah tentang kesehatan, kebersihan, kenyamanan, dan martabat kehidupan sehari-hari.
Melalui MITRA DESA, Imigrasi Tegal ingin memastikan bahwa semangat “Imigrasi untuk Rakyat” tidak berhenti sebagai slogan, tetapi hadir dalam bentuk nyata yang dapat digunakan, dirasakan, dan dijaga bersama.
Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tegal berharap fasilitas air bersih dan MCK tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal serta dipelihara bersama oleh masyarakat dan Pemerintah Desa Rangimulya sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Imigrasi hadir, merangkul desa, dan memberi manfaat.

