obrolannews.id | Palu : PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperluas perannya dalam menggerakkan ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor perumahan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen tersebut menjadi bagian dari transformasi nyata BTN dalam ekosistem Danantara Indonesia, dengan memperluas manfaat perseroan dari pembiayaan rumah menjadi penggerak aktivitas usaha dan ekonomi masyarakat.
Transformasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui akad massal 2.577 debitur secara serentak di seluruh Indonesia, terdiri atas 1.009 debitur UMKM dan 1.568 debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Khusus di Palu, akad dilakukan kepada 159 debitur, terdiri atas 111 debitur produk UMKM dan 48 debitur KPR Subsidi, Minggu (27/9/2026).
Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, BTN kini tidak hanya identik dengan pembiayaan rumah, tetapi terus memperluas ekosistem melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha. Dalam pengembangan UMKM di Palu, BTN juga akan mendorong perluasan akses pasar melalui pemanfaatan kanal digital.
“Kami BTN di sini siap untuk men-support UMKM di Kota Palu menjadi lebih besar lagi, bukan hanya untuk tingkat lokal, tapi nasional dan global, internasional. Kami punya kerja sama dengan beberapa marketplace. Kita bisa kolaborasikan, misalnya dipilih dulu 100 UMKM yang benar-benar mau kita tingkatkan, kita latih bagaimana cara jualan yang bagus di marketplace, sehingga orang yang sekali beli akan membeli kembali. Tujuannya bukan hanya untuk kebutuhan nasional, tapi sudah untuk ekspor,” ujar Hermita.
Potensi pengembangan UMKM di Kota Palu cukup besar. Kementerian UMKM mencatat terdapat 33.935 UMKM di Kota Palu. Sejalan dengan potensi tersebut, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BTN di Sulawesi Tengah mencapai Rp26,7 miliar, tumbuh 36,3% secara tahunan.
BTN juga telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp123 miliar kepada 63 UMKM di Kota Palu sejak Oktober 2025, khususnya pelaku usaha di sektor real estate dan konstruksi yang mendukung pembangunan dan penyediaan perumahan.
Selain pembiayaan, sebanyak 2.957 UMKM di Palu telah bergabung dalam Bale Merchant UMKM BTN untuk mendukung transaksi usaha secara digital. Sebanyak 21 debitur UMKM juga tercatat telah naik kelas.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, pemerintah akan mendorong Palu sebagai salah satu daerah percontohan dalam pengembangan UMKM menuju pasar ekspor.
“Kita menjadikan Palu sebagai piloting. Akan ada MoU antara Kementerian UMKM dan Badan Karantina Indonesia untuk mengawal produk-produk UMKM di Palu meningkat ekspornya. Di Kota Palu ada 33.935 UMKM dan jumlahnya cukup besar. Ini yang kami harapkan juga agar UMKM naik kelas,” ujar Bagus.
Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid mengatakan, BTN telah menjadi mitra Pemerintah Kota Palu dalam mendampingi pengelolaan berbagai potensi daerah. Kolaborasi tersebut mencakup penguatan UMKM serta digitalisasi pemerintahan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
“Bank BTN saat ini menjadi mitra penuh Pemerintah Kota Palu dalam pendampingan pengelolaan potensi yang dimiliki daerah ini. Salah satunya penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah. Kami berharap kerja sama dengan Bank BTN dalam memberikan penguatan kredit usaha kepada para pelaku UMKM semakin memperkuat upaya pemerintah, sehingga manajemen usaha UMKM di Kota Palu bisa tumbuh dan berjalan dengan baik,” ujar Hadianto.
Saat ini, program inkubator bisnis Pemerintah Kota Palu telah mendampingi lebih dari 1.000 pelaku UMKM. Dalam dua tahun terakhir, program tersebut juga memberikan penguatan modal usaha kepada sekitar 1.000 mahasiswa di Kota Palu.
Gebyar UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-48 Kota Palu berlangsung hingga 30 September 2026 dengan menghadirkan 89 tenant UMKM di Lapangan Vatulemo.

