Ayah Kandung Tega Aniaya Anak Perempuan Sendiri, Karena tak Diberikan Uang

obrolannews.id, Hamparan Perak – Kasus penganiayaan seorang anak kembali terjadi di Dusun XIII Implasmen, Desa Klambir lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang.

Kali ini seorang ayah tega menganiaya anak kandung perempuannya sendiri berinisial ZFB (19) hingga membabi buta.

Korban, ZFB mengungkapkan bahwa awal mula peristiwa penganiayaan yang dialaminya itu dikarenakan sang ayah berinisial MFR (53) saat itu meminta uang kepadanya.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, dimana saat itu korban sedang mengobrol dengan ibu kandungnya yang berada di dalam kamar.

Tiba-tiba sang ayah menghampirinya dengan maksud meminta sejumlah uang untuk membeli rokok.

Namun, korban yang masih berkuliah ini tidak berpenghasilan, sehingga tak memberikan uang kepada ayahnya.

“Saya yang sedang berada dikamar mereka, ayah menghampiri saya dikamar dengan maksud tujuan meminta uang sebesar Rp. 20 000, namun pada saat itu saya tidak memiliki uang. Kebetulan saya tidak bekerja jadi enggak punya uang tetapi ayah engga percaya,” ujar korban, ZFB saat dikonfirmasi awak media Minggu (27/9/2026).

Namun sang ayah tetap memaksa meminta uang kepadanya, sehingga ia pun mengucapkan sumpah dengan nama Tuhan ke ayahnya.

Mendengarkan hal itu, sang ayah pun langsung emosi dan memukuli secara membabi buta hingga hidung sang anak terluka.

“Sumpah mati demi allah, gaada, namun ayah menjawab ‘oh mau mati kau iya’, ” ucap korban yang menirukan perkataan ayahnya.

“Setelah ngomong seperti itu ayah langsung memukul saya tanpa ampun, hingga saya sudah terkapar dikasur ayah sanggup menaikkan satu kakinya hanya untuk memukul saya,” lanjutnya.

Sementara itu, posisi sang ibu yang sedang menggendong adik pun sempat berusaha memisahkan suaminya yang menganiaya anaknya sendiri. Namun ibu kandungnya tak berdaya sehingga berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.

Takut dihajar massa, MFR pun melakukan diri dari rumah

“Mama sudah berusaha menarik agar tidak memukul saya tetapi malah baju ayah yg robek ayah tetap memukuli saya, jdi mama lari keluar teriak meminta bantuan, setelah mama lari keluar barulah ayah pergi kabur melarikan diri,” ungkapnya.

Korban yang merasa keberatan atas perbuatan tersebut langsung melakukan Visum serta melaporkan kejadian ke Unit PPA Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan.

Pengaduan sesuai dangan laporan nomor : LP / B / 948 / IX / SPKT /Polres Pelabuhan Belawan / Polda Sumut, Pertanggal 22 September 2026.

Korban yang mengalami trauma saat ini berharap kepada Kapolres Pelabuhan Belawan beserta jajaran Satreskrim agar laporannya ditindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku.

“Saya menilai ini adalah suatu tindakan yang tak terpuji,” pungkasnya.  ( Yan )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini