LABUHANBATU, Obrolannews.id -Pemandangan ironis menyelimuti pusat pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) setelah foto jalan rusak tepat di depan gerbang utama Gedung DPRD Labura viral pada Rabu (29/7/2026). Lubang jalan aspal yang membahayakan pengguna jalan tersebut hanya diganjal ala kadarnya menggunakan karung bekas semen berisi batu dan kerikil. Kondisi ini memantik keprihatinan publik atas buruknya pemeliharaan infrastruktur di area yang menjadi simbol wakil rakyat.
Sorotan tajam pun mengarah kepada Ketua DPRD Labura, Rimba Bertuah Sitorus (RBS), yang dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan legislatif paling mendasar. Membiarkan akses jalan hancur tepat di depan matanya setiap hari memperlihatkan krisis sensitivitas dan sikap apatis seorang pimpinan dewan terhadap keselamatan masyarakat yang dilayaninya.
Kondisi tersebut makin kontras dengan besarnya alokasi APBD untuk fasilitas pribadi pimpinan dewan yang menembus angka Rp3,6 Miliar. Anggaran fantastis itu mencakup rencana Pembangunan/Renovasi Rumah Dinas Ketua DPRD sebesar Rp2,1 Miliar serta Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan sebesar Rp1,5 Miliar. Kontrasnya angka ini memicu kritik atas pudarnya komitmen moral legislatif dalam menentukan skala prioritas anggaran.
Karung berisi bebatuan di gerbang utama dewan menjadi simbol tumpulnya fungsi kontrol DPRD di bawah kepemimpinan Rimba Bertuah Sitorus. Publik menilai pimpinan dewan kehilangan keberanian moral untuk mengkritisi dan mendorong efektivitas kinerja pemeliharaan fasilitas umum, lantaran terfokus pada pemenuhan fasilitas kenyamanan perorangan.
Di sisi lain, Pemkab Labura beserta jajaran teknis diharapkan dapat segera mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan permanen (patching) di titik krusial tersebut. Bersamaan dengan itu, publik mendesak Ketua DPRD Labura untuk mengevaluasi pemborosan anggaran fasilitas pribadi dan mengembalikan fungsi pengawasan dewan agar APBD benar-benar berpihak pada kebutuhan mendasar rakyat. (L30)

