obrolannews.id, Medan – PT Pegadaian Kantor Wilayah I Medan terus mendorong pemanfaatan aplikasi Pegadaian Tring sebagai kanal layanan digital bagi nasabah di Aceh dan Sumatera Utara.
Digitalisasi layanan ini dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai produk Pegadaian, mulai dari pembiayaan hingga investasi emas, tanpa harus selalu datang langsung ke kantor cabang.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil I Medan, Yohanis Wulang, mengatakan pengembangan Tring dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan layanan digital.
“Tring untuk mempermudah layanan secara digital bagi segala lapisan masyarakat dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan,” ujar Yohanis di Medan, Rabu (12/8/2026).
Keamanan Aplikasi Jadi Perhatian
Seiring meningkatnya penggunaan layanan digital, Pegadaian juga memperkuat sistem keamanan aplikasi Tring untuk mengantisipasi berbagai potensi penyalahgunaan data maupun upaya pembobolan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Namun, Yohanis mengingatkan keamanan transaksi digital juga sangat bergantung pada kewaspadaan nasabah.
Nasabah diminta tidak membagikan kata sandi, kode OTP, maupun data pribadi lainnya kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai pegawai Pegadaian.
“Untuk itu, kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak memberikan kata sandi secara sembarangan, walaupun kepada pegawai Pegadaian,” tuturnya.
Menurut Yohanis, kelalaian dalam menjaga data pribadi dapat membuka celah bagi pihak lain untuk menyalahgunakan akun maupun melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pemilik.
Nasabah Tring Tembus 427,8 Ribu
Dorongan terhadap penggunaan Tring sejalan dengan pertumbuhan jumlah pengguna layanan Pegadaian di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.
Pegadaian mencatat jumlah nasabah yang menggunakan Tring mencapai 427,8 ribu orang, dengan total frekuensi transaksi sebanyak 1,90 juta kali.
Sementara itu, jumlah nasabah aktif Pegadaian mencapai 1,79 juta, atau meningkat 36,3 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap layanan keuangan Pegadaian, termasuk produk berbasis digital.
Dari sisi produk, jumlah nasabah tabungan emas tercatat mencapai 663 ribu orang. Adapun nasabah pembiayaan mencapai sekitar 1,12 juta orang.
Produk Pegadaian Semakin Beragam
Yohanis mengatakan perkembangan bisnis Pegadaian saat ini tidak hanya berkaitan dengan layanan gadai konvensional.
Variasi produk yang semakin luas membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan sekaligus mengakses instrumen investasi.
Melalui layanan digital, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi produk, melakukan transaksi, serta mengakses layanan Pegadaian secara lebih praktis.
“Kami berharap dengan adanya Tring dan peningkatan layanan Pegadaian, nasabah dapat menginstal aplikasi tersebut sehingga semakin mudah mengakses layanan,” katanya.
Harga Emas Turun, Momentum Investasi?
Di tengah perkembangan layanan digital tersebut, Pegadaian juga melihat peluang investasi emas masih menjadi perhatian masyarakat.
Yohanis mengimbau masyarakat yang memiliki rencana investasi emas untuk mencermati pergerakan harga. Penurunan harga emas yang sempat terjadi dinilai dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi, tentunya dengan mempertimbangkan tujuan dan kemampuan keuangan masing-masing.
Emas sendiri menjadi salah satu produk yang banyak diminati nasabah Pegadaian melalui layanan tabungan emas.
Pegadaian Siap Respons Kendala Tring
Pegadaian Kanwil I Medan memastikan peningkatan penggunaan aplikasi Tring akan diikuti dengan penguatan kualitas layanan.
Yohanis mengatakan setiap kendala yang dialami nasabah dalam menggunakan aplikasi akan segera ditindaklanjuti agar tidak mengganggu aktivitas transaksi.
Langkah tersebut menjadi penting karena semakin banyak transaksi yang berpindah ke kanal digital, semakin besar pula tuntutan terhadap keandalan sistem dan kecepatan respons layanan.
Dengan jumlah pengguna yang terus bertambah, Pegadaian berharap Tring dapat menjadi salah satu pintu utama masyarakat untuk mengakses layanan pembiayaan dan investasi secara lebih mudah, cepat, dan aman. ( Tim )

