obrolan news.id, Medan – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengunjungi salah satu pelajar yang diduga menjadi korban keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah ratusan pelajar di Berastagi mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan MBG pada Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan laporan KPPG Medan, sebanyak 354 peserta didik terdampak dalam kejadian di SPPG Karo Berastagi Sempajaya. Hingga 15 Agustus, sebanyak 242 orang telah dipulangkan,
sementara 110 lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Dua pasien dirujuk ke rumah sakit di Kota Medan.
Salah satu korban yang dirujuk ke Medan sebelumnya disebut mengalami kondisi lebih serius. Siswi kelas XII tersebut sempat mengalami penurunan kesadaran dan mendapat perawatan intensif di ruang ICU.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk mengetahui kondisi pasien sekaligus memastikan penyebab keluhan yang dialaminya.
Kunjungan Kepala BGN menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap kejadian yang menimpa para pelajar.
Sebelumnya, BGN telah mengambil langkah administratif dengan mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Berastagi dan menyegel dapur MBG yang terkait dengan kejadian tersebut.
Sudaryono sebelumnya juga menyampaikan permintaan maaf terkait insiden tersebut. Ia menyebut kejadian di Karo menjadi pengingat bahwa setiap tahapan pelayanan makanan dalam program MBG harus diawasi secara serius.
Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses pemeriksaan. Pemerintah daerah meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan sampel makanan di laboratorium, agar penyebab kejadian dapat dipastikan secara ilmiah.
Pemerintah Kabupaten Karo mencatat jumlah korban yang sempat mendapat perawatan medis mencapai 289 orang berdasarkan data sementara yang disampaikan sebelumnya. Para siswa ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Karo.
Kasus ini kembali menjadi sorotan terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya mengenai standar keamanan pangan, kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga pengawasan distribusi makanan kepada siswa.
Pemerintah kini masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah keluhan kesehatan para pelajar benar disebabkan oleh makanan MBG atau faktor lainnya.
” BGN bekerja sama dengan Bupati Karo dan Dinas Kesehatan untuk memeriksa sampel sisa lauk-pauk guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa.Jika Anda memerlukan informasi lanjutan mengenai perkembangan pemulihan korban atau aturan batas waktu konsumsi (rules of 4 hours) dari BGN, silakan beri tahu saya.,” Ucap kepala Badan Gizi Nasional.
Hingga saat ini, keselamatan dan pemulihan para siswa menjadi prioritas, sementara investigasi diharapkan dapat mengungkap secara terang penyebab kejadian serta memastikan peristiwa serupa tidak kembali terjadi. ( Red )

