Kekerasan Diruang Private : Rumah Aktivis Diserang, Seorang Anak SD Alami Retak Tulang98 & Advokad

Obrolannews.id | MEDAN, 18 Februari 2026 – Aksi premanisme brutal kembali mengoyak rasa aman warga Kota Medan. Pada Minggu sore (15/2), kediaman Acil Lubis, seorang Aktivis 98 dan Advokat, yang berlokasi di Jalan Jermal 7 Ujung, Komplek Graha Jermal, menjadi sasaran serangan membabi buta oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK).

Insiden ini menyisakan luka mendalam yang tak termaafkan. Di tengah dentum pengrusakan tersebut, seorang anak usia sekolah dasar (SD) menjadi korban pelemparan hingga mengalami cedera serius berupa retak tulang tangan. Selain cedera fisik yang memilukan, bocah malang tersebut kini didera trauma psikis berat akibat serangan brutal di depan matanya.

Merespons tragedi ini, pihak keluarga dari anak yang mengalami retak tulang tangan tersebut telah resmi menempuh jalur hukum. Laporan kepolisian telah dilayangkan sebagai bentuk upaya mencari keadilan bagi sang anak yang menjadi korban tak berdosa dalam aksi anarkis tersebut. Pihak keluarga berharap agar pelaku kekerasan terhadap anak ini segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Tokoh pemuda dan aktivis, Midon Harahap, secara tegas memberikan apresiasi sekaligus dukungan kepada pihak kepolisian. Ia menilai kinerja Kapolrestabes Medan dalam memberantas kejahatan selama ini sudah sangat baik, namun serangan ini adalah tantangan nyata yang harus segera dihentikan agar tidak tercipta preseden buruk.

“Kita sangat mengapresiasi keberhasilan Kapolrestabes Medan dalam menjaga kota sejauh ini. Namun, penyerangan terhadap rumah rekan kami, seorang Advokat sekaligus Aktivis 98, serta adanya korban anak kecil yang luka parah, adalah tantangan terbuka terhadap hukum. Kami mendukung penuh Kapolrestabes Medan untuk segera menyeret pelaku dan otak intelektual di balik teror ini ke pengadilan,” tegas Midon Harahap.

Penyerangan terhadap ruang privat dan jatuhnya korban anak-anak menunjukkan betapa mendesaknya pemulihan keamanan di wilayah tersebut. Publik kini menaruh harapan besar pada kecepatan respons Polrestabes Medan untuk membuktikan bahwa negara hadir dan tidak kalah oleh aksi premanisme sistematis yang meresahkan masyarakat.(021)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini