Langkat, Obrolannews.id – Kasat Lantas Polres Langkat, AKP Mhd. Tommy Franata, S.T.K., S.I.K., M.H., M.T., membantah tegas tudingan yang menyebut dirinya menggunakan mobil mewah dengan pelat nomor palsu.
Saat dikonfirmasi awak media, AKP Tommy Franata memberikan klarifikasi singkat namun tegas. Ia menyatakan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar.
«”Itu berita hoaks ya, bukan mobil saya. Terima kasih, pastikan tabayun ya kita semua,” ujar AKP Tommy Franata kepada awak media.»
Pernyataan tersebut menjadi bantahan atas isu yang beredar di tengah masyarakat. AKP Tommy mengimbau seluruh pihak agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengedepankan prinsip tabayun atau melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menyebarluaskan suatu informasi.
Selain memberikan klarifikasi, AKP Tommy juga mengajak masyarakat untuk selalu tertib dan disiplin dalam berlalu lintas. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan semata-mata karena ada petugas kepolisian yang berjaga di jalan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab setiap pengguna jalan untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Ia menegaskan bahwa penggunaan helm, sabuk pengaman, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, serta kelengkapan administrasi kendaraan hendaknya menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap saat, bukan hanya ketika melihat keberadaan personel Satlantas.
“Jangan tertib berlalu lintas hanya karena ada polisi. Tertib dan disiplin adalah kebutuhan kita bersama demi menjaga keselamatan diri sendiri, penumpang, dan pengguna jalan lainnya. Keselamatan adalah tanggung jawab setiap orang,” pesannya.
Di tengah maraknya penyebaran informasi melalui media sosial, klarifikasi dari pihak yang bersangkutan menjadi bagian penting untuk menghindari kesalahpahaman dan mencegah penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Awak media tetap menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dengan memberikan ruang hak jawab kepada pihak yang dikonfirmasi. Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyikapi setiap informasi secara bijak, mengedepankan verifikasi, serta menunggu fakta yang telah terkonfirmasi sebelum menarik kesimpulan. (021)

