Tim FKG USU Berikan Edukasi dan Pelayanan Preventif Kesehatan Gigi bagi Warga Terdampak Banjir di Desa Cempa

obrolannews id, Langkat – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (FKG USU) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa edukasi dan pelayanan preventif kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Masyarakat Terdampak Banjir melalui Edukasi dan Pelayanan Preventif” tersebut merupakan bagian dari upaya FKG USU dalam meningkatkan pengetahuan sekaligus akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.

Tim pengabdian terdiri dari drg. Mutia Amalia Nasution, M.Biomed., Sp.Ort., Subsp.DDP(K), Dr. drg. Olivia Avriyanti Hanafiah, Sp.BMMF., Subsp.C.O.M.(K), Dr. drg. Pitu Wulandari, S.Psi., Sp.Perio., Subsp. MP(K), serta drg. Tanti Deriaty, M.DSc., Sp.Ort., Subsp.DDTK(K).

Ketua tim pengabdian, drg. Mutia Amalia Nasution, mengatakan kondisi pascabanjir dapat menimbulkan berbagai kendala bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut.

“Kerusakan fasilitas umum, keterbatasan akses terhadap air bersih, serta terganggunya layanan kesehatan dapat menyulitkan masyarakat dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ujarnya.

Menurut Mutia, kondisi sanitasi dan ketersediaan air bersih yang terbatas serta perubahan pola konsumsi selama masa pemulihan dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan kesehatan gigi dan mulut, seperti karies dan penyakit periodontal.

Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu mendapat perhatian terutama pada anak-anak karena kesehatan gigi dan mulut juga berkaitan dengan proses pertumbuhan rahang serta susunan gigi.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut, penerapan PHBS, teknik menyikat gigi yang benar, mengenali tanda-tanda gangguan gigi yang membutuhkan penanganan, serta pemilihan pola makan yang tetap mendukung kesehatan gigi dan mulut dalam situasi pascabencana.

Materi diberikan secara interaktif melalui presentasi, diskusi dan sesi tanya jawab. Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, tim juga memberikan kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan sebagai bagian dari evaluasi kegiatan.

Selain edukasi, tim FKG USU memberikan pelayanan preventif berupa pemeriksaan atau screening kesehatan rongga mulut serta pembersihan karang gigi (scaling). Pelayanan tersebut ditujukan untuk membantu mendeteksi lebih dini masalah kesehatan gigi dan mulut yang dialami masyarakat.

Mutia menjelaskan, kesehatan rongga mulut memiliki keterkaitan dengan kondisi kesehatan secara umum. Gangguan periodontal yang tidak ditangani dapat menyebabkan gigi menjadi goyang hingga tanggal, yang selanjutnya dapat mengganggu fungsi mengunyah, status gizi dan kualitas hidup.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FKG USU dan Kepala Desa Cempa. Pembukaan juga ditandai dengan penyerahan bingkisan dari tim pengabdian kepada Kepala Desa Cempa sebagai simbol kerja sama dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.

Kepala Desa Cempa turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan dengan memfasilitasi lokasi penyuluhan dan pelayanan kesehatan gigi bagi warga.

Melalui kegiatan tersebut, FKG USU berharap masyarakat Desa Cempa semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mampu menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat selama masa pemulihan pascabanjir.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan plakat dan foto bersama antara tim FKG USU, pemerintah desa dan masyarakat peserta kegiatan. (.Red )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini