Pelayanan RSUD Kotapinang disorot, Bupati Labusel diminta Evaluasi dan Copot Direktur

obrolannews.id, Kota Pinang – Dugaan minimnya pelayanan publik di RSUD Kota Pinang mendapat sorotan tajam dari Barisan Intelektual Mahasiswa (BIM). Ketua BIM, Reza O.P. Aruan, mendesak Bupati Labuhanbatu Selatan Feri Sahputra Simatupang segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Direktur RSUD Kota Pinang, Hasanam Lisa Purba.

Desakan tersebut disampaikan Reza dalam wawancara pada Rabu (26/8/2026). Menurutnya, rumah sakit daerah merupakan fasilitas pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga kualitas pelayanan tidak boleh berjalan lamban ataupun mengabaikan hak pasien.

“Kami menyoroti dugaan lambatnya pelayanan, adanya pasien yang tidak mendapatkan hak pelayanan secara maksimal, serta banyaknya keluhan masyarakat yang dinilai belum ditanggapi secara serius,” ujar Reza.

Reza menegaskan, persoalan pelayanan kesehatan bukan perkara sepele. Menurutnya, masyarakat yang datang ke rumah sakit dalam kondisi membutuhkan pertolongan berhak memperoleh pelayanan yang cepat, layak, manusiawi, dan profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

BIM pun meminta Bupati Labuhanbatu Selatan tidak sekadar menerima laporan administratif dari jajaran rumah sakit, tetapi turun melakukan evaluasi langsung terhadap kondisi pelayanan di RSUD Kota Pinang. Evaluasi, kata Reza, harus menyentuh kinerja manajemen, mekanisme pengaduan masyarakat, kecepatan pelayanan, hingga pemenuhan hak pasien.

“Kalau hasil evaluasi membuktikan bahwa direktur tidak mampu menjalankan tugas dan amanah dengan baik, kami meminta Bupati berani mengambil tindakan tegas, termasuk mencopot Direktur RSUD Kota Pinang,” tegasnya.

Reza juga mengingatkan agar persoalan pelayanan kesehatan tidak dibiarkan berlarut-larut. la meminta Pemkab Labuhanbatu Selatan menjadikan kualitas pelayanan kesehatan sebagai prioritas, bukan sekadar slogan pemerintahan.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat buruknya pelayanan. Kesehatan masyarakat adalah hak, bukan pilihan. Evaluasi sekarang, dan copot jika memang tidak mampu,” pungkas Reza. ( Tim )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini