Kandidat KAHMI Serap Aspirasi Alumni Senior HMI dalam Silaturahmi Arisan Alumni

obrolannews.id, Medan  – Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai kegiatan arisan dan silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi para alumni untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus bertukar pikiran mengenai dinamika dan masa depan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Dalam kesempatan itu, salah satu kandidat yang akan berkompetisi dalam Musyawarah Daerah (Musda) KAHMI hadir dan berdialog langsung dengan sejumlah alumni senior HMI.

Kehadiran kandidat tersebut tidak sekadar untuk membangun komunikasi politik menjelang Musda, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyerap aspirasi, mendengarkan pengalaman, serta memperoleh nasihat dari para senior yang telah lebih dahulu berkontribusi dalam perjalanan HMI dan KAHMI.

“Bagi saya, bertemu dengan para senior bukan sekadar meminta dukungan. Yang jauh lebih penting adalah mendengar nasihat, pengalaman, dan harapan mereka untuk KAHMI ke depan,” ujar Hamid Rizal Lubis, salah satu kandidat Ketua MD KAHMI Medan.

Menurutnya, senioritas dalam tradisi HMI merupakan kekayaan organisasi yang harus terus dirawat. Pengalaman dan keteladanan para senior dinilai menjadi sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya, sementara gagasan dan energi generasi muda dapat menjadi kekuatan untuk membawa KAHMI semakin adaptif menghadapi perkembangan zaman.

Dialog berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Sejumlah aspirasi yang mengemuka di antaranya pentingnya menjaga soliditas alumni, memperkuat silaturahmi lintas generasi, meningkatkan kontribusi KAHMI bagi masyarakat, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para alumni.

Kandidat tersebut juga menegaskan bahwa apa pun hasil Musda nantinya, persatuan dan kekeluargaan alumni HMI harus tetap ditempatkan sebagai prioritas.

“Kompetisi dalam Musda adalah bagian dari proses demokrasi organisasi. Setelah kompetisi selesai, kita tetap satu keluarga besar. Karena itu, silaturahmi, persaudaraan, dan kontribusi untuk umat serta bangsa harus berada di atas kepentingan pribadi,” tegasnya.

Ia berharap pertemuan bersama para senior tersebut dapat menjadi bekal penting dalam merumuskan gagasan dan langkah ke depan untuk KAHMI.

Baginya, dukungan yang paling bermakna tidak semata-mata berupa pilihan dalam Musda, tetapi juga doa, nasihat, serta kepercayaan yang diberikan para senior.

“Saya datang untuk mendengar. Dari para seniorlah kita belajar bagaimana menjaga nilai-nilai HMI, merawat persaudaraan, dan meneruskannya kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. ( Red )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini