Jika Ingin Berbisnis, Warga Medan Denai Minta FiberStar Hormati Masyarakat

MEDAN, Obrolannews.id – Kehadiran layanan internet FiberStar di Kecamatan Medan Denai mendapat sorotan dari sejumlah warga. Keberatan masyarakat disebut bukan terhadap layanan internet maupun perkembangan teknologi yang ditawarkan, melainkan terhadap sikap dan pola komunikasi petugas di lapangan dalam menanggapi keluhan warga.

Sorotan tersebut mengarah kepada seorang leader lapangan FiberStar yang dalam pemberitaan ini disebut dengan inisial D. Sejumlah warga menilai respons yang diberikan terhadap pengaduan masyarakat terkesan kurang baik dan dinilai tidak mencerminkan sikap pelayanan yang menghargai warga.

“Kami tidak anti terhadap teknologi dan internet. Yang kami persoalkan adalah bagaimana masyarakat dilayani ketika menyampaikan pengaduan,” ujar Rafli, salah seorang warga, Kamis (27/8/2026).

Menurut Rafli, selama ini warga beberapa kali menyampaikan keluhan terkait aktivitas pemasangan kabel maupun persoalan lain yang terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka. Namun, tanggapan yang diterima dinilai belum menunjukkan komunikasi yang baik dan terbuka.

“Kalau memang ada persoalan, seharusnya bisa dibicarakan dan diselesaikan dengan baik. Jangan sampai masyarakat yang menyampaikan keluhan justru merasa tidak dihargai,” katanya.

Warga menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk bertanya, menyampaikan keberatan, serta memperoleh penjelasan yang jelas terkait aktivitas perusahaan yang berlangsung di lingkungan tempat tinggal mereka.

Atas persoalan tersebut, warga Kecamatan Medan Denai menyampaikan dua tuntutan kepada pihak manajemen FiberStar. Pertama, warga meminta manajemen segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan dan pola komunikasi petugas lapangan, termasuk memberikan klarifikasi terkait keluhan masyarakat terhadap leader lapangan berinisial D.

Kedua, warga meminta pihak manajemen FiberStar membuka ruang audiensi dan dialog secara langsung dengan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

“Kalau sebuah perusahaan hadir dan menjalankan usaha di tengah masyarakat, maka komunikasi, etika, dan penghormatan kepada warga harus menjadi hal utama. Kami keberatan jika ada sikap pelayanan yang dinilai arogan,” tutup Rafli.

Hingga berita ini diterbitkan, leader lapangan berinisial D maupun pihak manajemen FiberStar belum memberikan klarifikasi atau tanggapan terkait keluhan yang disampaikan sejumlah warga tersebut. (54lsa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini