obrolannews.id, Medan — Tembok kokoh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjung Gusta Medan kini bertransformasi menjadi sorotan tajam. Tabir pembinaan yang digadang-gadang pemerintah hancur lebur oleh dua pukulan telak bersamaan: pengakuan blak-blakan mantan napi mengenai peredaran narkoba sistematis, serta kematian mendadak seorang tahanan dengan bekas luka mencurigakan.
Sistem pengamanan rutan kini dipertanyakan besar-besaran. Apakah petugas di dalam benteng beton itu benar-benar kecolongan, atau justru sengaja memejamkan mata?
Struktur “Bisnis Haram” Rapi di Balik Jeruji
Pengakuan panas keluar dari mulut seorang mantan tahanan yang baru saja menghirup udara bebas. Tanpa aling-aling, ia membongkar bahwa Rutan Tanjung Gusta bukan lagi sekadar tempat penahanan, melainkan markas distribusi sabu yang memiliki pembagian kerja setingkat korporasi.
A alias Seng (Pemodal Utama): Mantan pemain besar wilayah Tanjung Balai ini disinyalir bertindak sebagai penyokong dana utama untuk memasukkan pasokan barang haram ke dalam rutan.
AR alias Di (Pengemas Paket): Bertugas membagi dan menyiapkan paket-paket sabu siap edar sebelum disebar ke para warga binaan.
Kocu (Eksekutor Jalur Masuk): Sosok yang memutar otak menyusupkan barang melintasi barisan penjagaan pintu utama.
Budi (Pengaman/Porman Area): Nama yang paling disenggol karena mengurus sektor pengamanan (porman) agar arus transaksi berjalan mulus tanpa gangguan di dalam area rutan.
”Saya baru keluar dan saya tahu betul permainan di dalam. Silakan dicek di Blok H 1-4. Ini bukan cuma rumor luar,” ujar mantan napi tersebut. Ia menantang Aparat Penegak Hukum (APH) agar tidak hanya menangkap pemakai tingkat bawah demi formalitas semata.
Misteri Kematian Jopi Sembiring: Sehat Jam 1 Siang, Wafat Jam 4 Sore
Belum usai diterpa isu peredaran sabu, Rutan Tanjung Gusta kembali diguncang kabar duka yang menyisakan tanda tanya besar. Jopi Sembiring (28), tahanan kasus dugaan judi online, dilaporkan tewas secara mendadak di RS Bhayangkara Tk. II Medan, Minggu (16/8/2026).
Rentang waktu kematian Jopi dinilai sangat janggal oleh pihak keluarga:
Pukul 13.00 WIB: Jopi masih sempat melakukan video call dengan keluarga dalam kondisi bugar, segar, dan tampak sehat tanpa keluhan.
Pukul 16.30 WIB: Hanya selang 3,5 jam, keluarga menerima kabar bahwa Jopi sudah berada di rumah sakit dan dinyatakan telah meninggal dunia.
Keluarga korban menaruh kecurigaan besar setelah menemukan sejumlah bekas luka tak wajar di tubuh jenazah. Publik kini mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi di dalam sel Rutan Tanjung Gusta selama jendela waktu tiga jam yang mematikan tersebut.
Ujian Keberanian untuk Penegak Hukum
Rangkaian skandal ini menjadi tamparan keras bagi Kanwil Kemenkum/Kemenimipas serta aparat penegak hukum.
Pengawasan yang longgar—atau mungkin sengaja dilonggarkan—telah mengubah fungsi rutan dari tempat koreksi perilaku menjadi lapak bisnis gelap dan lokasi yang mengancam nyawa penghuninya.
Kepala Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan hanya memberikan link berita kepada awak media saat dikonfirmasi terkait dugaan peredaran narkoba dan kematian seorang tahanan di Rutan Kelas I Tanjung Gusta dan belum memberikan jawaban resmi terkait tuduhan peredaran sabu maupun kematian misterious Jopi Sembiring. Sesuai asas praduga tak bersalah dan Kode Etik Jurnalistik, ruang konfirmasi tetap terbuka lebar.
Namun, masyarakat Sumatera Utara tidak lagi membutuhkan klarifikasi manis di atas kertas. Publik mendesak razia mendadak tanpa bocor, pemeriksaan rekening serta ponsel seluruh petugas, dan pembersihan total Rutan Tanjung Gusta hingga ke akar-akarnya. (Red)

