Jaga Marwah : Pemkab Deli Serdang Harus Buka Mata, Esensi Permasalahannya Ada Pada Dugaan Pungli, Bukan Bahas Siapa yng Posting

Obrolannews.id | Deli Serdang – ‎Usai ramai pemberitaan soal sosok Misterius dalam akun tiktok dinda Larasati, tuai beragam komentar netizen.

‎Akun resmi sosial media Inspektorat Deli Serdang dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kompak memosting unggahan berisikan pernyataan soal berita dan informasi yang beredar adalah hoax.

‎Dalam unggahannya, pemerintah kabupaten Deli Serdang menyampaikan sudah melakukan penelusuran langsung ke kepala Inspektorat Kabupaten Deli Serdang Edwin Nasution, pada Minggu (22/03). Hasilnya, menurut mereka tidak pernah tercatat nama “Dinda Larasati” sebagai pegawai atau pernah bertugas di instansi tersebut.

‎Konfirmasi lanjutan juga dilakukan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Deli Serdang. Melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) hasilnya sama: nama Dinda Larasati tidak terdaftar, bahkan tidak pernah tercatat dalam database kepegawaian.

‎Kadis Kominfostan Deli Serdang, Sandra Dewi Situmorang, dalam unggahan Pemkab Deli Serdang juga meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Menurutnya di era digital satu unggahan tanpa dasar bisa menjadi senjata yang merusak, maka dibutuhkan konfirmasi informasi agar tidak menjadi dampak hukum bagi yang menyebarkan berita bohong.

‎Usai muncul pernyataan hoax dari akun resmi media sosial Inspektorat Deli Serdang. Awak media telah mengonfirmasi kepala Inspektorat Kabupaten Deli Serdang Edwin Nasution pada Minggu (22/03/2026).

‎Dalam pesan konfirmasi, Kepala Inspektorat Deli Serdang menjawab tegas bahwa informasi yang beredar adalah hoax. Dirinya menyebutkan pemberitaan yang beredar telah membuat citra buruk Inspektorat Deli Serdang.

‎”Jelas Hoax lah ketua, tidak ada nama pegawai atau mantan pegawai di inspektorat atas nama dinda itu.
‎Harusnya ketua konfirmasi untul hal itu ke inspektorat. Cover both side lah,
‎Hal tersebut sudah membuat citra buruk inspektorat..” tulisnya saat dihubungi via pesan whatsApp.

‎Namun tak berhenti di situ, awak media mempertanyakan respons dan perhatian Inspektorat Deli Serdang terkait sejumlah permasalahan yang dibahas dalam narasi yang beredar di akun Dinda tersebut.

‎Salah satunya persoalan adanya dugaan pungutan yang terkesan memaksa pada sejumlah ASN di Deli Serdang. Hal itu ditemukan tercantum dalam sebuah formulir mengatasnamakan BAZNAS Deli Serdang.

‎”Kalau ada keberatan masalah zakat ,
‎Harusnya lapor resmi ke inspektorat,
‎Biar kita dalami, tidak ada pemakasaan dalam pemungutan zakat..” tulis Edwin.

‎Sejalan dengan isu yang beredar, sebelumnya Sekretaris Dinas Pendidikan Deli Serdang, Samsuar Sinaga, menegaskan program Gerakan Amal Kasih bagi pegawai non-Muslim merupakan sumbangan sukarela.

‎“Namanya sumbangan Gerakan Amal Kasih bagi non-Muslim tentunya tidak ada patokan. Namanya sukarela tentunya tidak dipotong melalui TPP,” ujar Samsuar saat dikonfirmasi.

‎Panasnya pemberitaan yang membahas siapa sebenarnya sosok Dinda Larasati pemilik akun tiktok yang buka suara tentang sejumlah permasalahan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang ini menjadi sorotan Edison Tamba, Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah)

‎Pria yang akrab disapa Edoy itu, menanggapi persoalan yang muncul dan menghebohkan masyarakat Deli Serdang ini jangan dianggap sebagai isu yang muncul dan berlalu begitu saja. Sehingga tidak menjawab akar masalah yang dibahas, juga alasan kenapa sosok Dinda Larasati ini bisa muncul membawa pesan dengan data yang beredar di lapangan. Formulir pungutan Gerakan Amal misalnya.

‎”Banyak isu dan pembahasan yang dibahas oleh akun bernama Dinda Larasati di tiktok ini yang perlu disorot dan didalami. Apa alasannya bersuara, dan mengapa setelah ditelusuri ternyata benar ada pengakuan ASN serta ada edaran Formulir Pungutan. Sangat disayangkan jika kompaknya pihak Inspektorat dan Pemkab Deli Serdang hanya menyoroti persoalan akun hoax tapi tak fokus pada substansi permasalahan dan sejumlah narasi yang dibawa oleh akun bernama Dinda..” ucap Edison.

‎”Harusnya data dan fakta yang dibicarakan dalam akun Dinda ini tidak menjadi pertanyaan publik, sehingga transparansi dan akuntabilitas kinerja aparatur tidak dipersoalkan. Dengan itu mungkin tudingan dari akun Dinda Larasati ini bisa terjawab secara jelas dan terbuka.  Jangan sampai permasalahan yang tampak sepele ini seolah membuat Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang dan juga pihak Inspektorat Deli Serdang tampak tak bekerja. Sehingga mungkin akan muncul lagi sosok-sosok baru, dan sosok seperti Dinda Larasati berikutnya..”

‎”Ketua DPRD Deli Serdang jangan seakan bisu, tidak pernah ketua DPRD Deli Serdang terlihat aktif dalam melakukan pengawasan jabatan. Tolong hal semacam ini jadi bahan perhatian walau tampak sepele” lanjut Edison.

‎Hingga berita ini diturunkan, publik media sosial khususnya masyarakat Deli Serdang masih menunggu cerita di balik munculnya akun dinda dan siapa sebenarnya pemilik asli akun tersebut. ( PAM )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini