Dikonfirmasi Dugaan Atur Proyek, RA: Kenapa Baru Sekarang?

obrolannews.id, Medan – Sosok berinisial RA akhirnya memberikan tanggapan setelah dikonfirmasi terkait berbagai informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan keterlibatannya dalam pengaturan proyek dan penempatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Sebelumnya, redaksi mengirimkan sejumlah pertanyaan kepada RA untuk meminta klarifikasi atas informasi yang beredar. Pertanyaan yang disampaikan meliputi:
• Belakangan muncul informasi yang menyebut inisial RA diduga memiliki pengaruh terhadap pengaturan proyek di sejumlah OPD Pemko Medan. Bagaimana tanggapan Saudara atas informasi tersebut?
• Sejumlah pihak menuding Saudara berperan sebagai pihak yang mengatur atau menjadi perantara proyek di lingkungan Pemko Medan. Apakah tudingan tersebut benar atau tidak? Mohon penjelasannya.
• Nama Saudara juga dikaitkan dengan dugaan adanya intervensi dalam penempatan pejabat di beberapa OPD Pemko Medan. Bagaimana respons Saudara terhadap tuduhan tersebut?
• Apakah Saudara pernah berkomunikasi dengan pejabat Pemko Medan terkait proses pengadaan proyek maupun mutasi atau promosi jabatan? Jika iya, dalam kapasitas apa?
• Sejumlah kontraktor mengaku mendengar adanya kelompok tertentu yang menguasai proyek di Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, dan Dinas PKPCKTR. Apakah Saudara mengetahui informasi tersebut?
• Apa pesan Saudara kepada masyarakat terkait berbagai tuduhan yang saat ini beredar dan menyeret nama Saudara?

Namun, dalam jawaban yang dikirim melalui pesan Instagram, RA tidak memberikan penjelasan secara spesifik terhadap substansi pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Sebaliknya, RA mempertanyakan waktu pelaksanaan konfirmasi oleh media.

“Kenapa baru sekarang setelah kalian sebar ke mana-mana baru hari ini mau kalian konfirmasi? Kenapa pihak yang difitnah yang harus menanggapi, mengonfirmasi, menjelaskan? Kenapa bukan pihak yang menuduh yang membuktikan ucapannya?” tulis RA.

RA juga menyebut informasi yang beredar sebagai fitnah dan menilai tuduhan tersebut bukan merupakan produk jurnalistik, melainkan narasi yang sengaja disebarkan melalui media sosial.[Bersambung ke kolom komentar] ( Red )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini