obrolan news.id, Medan – Seorang pedagang ayam, Andi Pranata (37), menjadi korban pembegalan oleh sekelompok pemuda yang diduga begal.
Peristiwa pembegalan itu terjadi di Jalan Keluarga, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB,
Dimana korban saat itu sedang mengambil ayam ke tempat jualan abang iparnya yang berada di pajak Brayan, ketika diperjalanan tepatnya di Jalan Perbatasan ternyata korban telah diikuti oleh satu unit sepeda motor dari arah belakang.
Seketika di persimpangan, sepeda motor yang mengikutinya itu tiba-tiba langsung menghadang jalannya. Ia pun sempat menghentikan laju kendaraannya.
Tak hanya itu, komplotan terduga pelaku lainnya datang juga ikut menghadang korban. Merasa panik, korban langsung menancap gas sepeda motor Honda Scoopy warna hijau bernomor polisi BK 6697 TCB dan menabrak salah satu kendaraan terduga pelaku.
Namun korban terjatuh dan terguling ke tanah, sementara itu kendaraan yang digunakan sekelompok begal itu malah tidak terjatuh.
Korban kemudian menghampiri sepeda motornya, akan tetapi salah satu terduga pelaku begal ini mencoba melayangkan serangan senjata tajam jenis Celurit kearahnya.
Korban langsung spontan dan mengelakkan serangan hingga terjatuh ke dalam saluran drainase.
Sementara itu, sepeda motornya yang tergeletak diatas tanah dibawa kabur oleh komplotan begal ke arah Jalan Mabar Hilir.
“Posisi saya jatuh, sementara mereka (pelaku) itu enggak jatuh yang saya lihat. Jadi saya spontan terkejut terus saya kepeleset masuk ke dalam paret. Kereta langsung dibawa sama mereka ke arah mabar. Mereka juga bawa senjata tajam,” ucap Andi Pranata saat dikonfirmasi awak media, Senin (31/8/2026).
Masih kata andy, ia menjelaskan jika saat itu dirinya sedang ke pajak Brayan untuk mengambil ayam dan akan kembali menjual ayam tersebut di pajak Metal.
“Jadi abang Ipar saya tukang ayam. Ngambil ayam dari kandang. Jadi karena saya pun biasanya ngambil satu ekor ayam bulet. Biar abang Ipar sama kak Ipar terus jualan,” ungkapnya.
Andi menceritakan biasanya dirinya keluar rumah sekitar pukul 05.30 WIB. Kemudian mengambil ayam ke tempat abang iparnya untuk berjualan.
“Cuman karena saya pun biar sama sama enak dengan abang ipar, makanya saya kejar pagi,” tuturnya.
Andi yang berjualan kurang lebih selama satu tahun ini tidak pernah sekalipun menjadi korban pembegalan.
Sementara itu, selama seminggu ia tak berani keluar rumah pagi hari dikarenakan banyak anak muda yang melakukan aksi tawuran di kawasan jalan Keluarga.
Untuk menyambung hidupnya, ia pun terpaksa ngambil ayam di pagi hari untuk berjualan ayam potong.
Beruntungnya ia tidak mengalami luka akibat serangan dari komplotan begal, namun sekujur tubuhnya mengalami nyeri dikarenakan terkena benturan batu.
Andi menjelaskan bahwa para pelaku tersebut sebanyak 4 orang yang berusia 30 tahun.
Berdasarkan dari keterangan warga sekitar, setelah ia menjadi korban pembegalan, terdapat juga pengendara sepeda motor yang menjadi korban begal yang tak jauh dari lokasinya.
Andi yang mengalami terkendala dikarenakan surat dokumen kendaraanya yang masih berada di lessing ini membuat dirinya belum membuat laporan di Mapolsek Medan Labuhan.
“Belum buat laporan karena masalahnya keretanya itu masih kredit. Jadi hari ini mau lapor ke lasing dulu. Nanti udah dapat berkas dari lasing, baru saya buat laporan langsung ke tempat kejadian perkara sama polisi.” katanya.
Padahal sepeda motor yang ia gunakan sehari-hari itu, angsuran kredit keretanya sudah berjalan satu tahun empat bulan, sementara itu dua tahun setengah lagi cicilan keretanya baru lunas.
Warga Gang Langgar, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli ini berharap kepada pihak kepolisian khusunya Polsek Medan Labuhan untuk segera menangkap para pelaku begal yang sangat meresahkan masyarakat sekita.
“Pihak kepolisian untuk aktif berpatroli di daerah kawasan Kelurahan Tanjung Mulia Hilir karena banyak aksi tawuran dan pembegalan sangat meresahkan warga,” tutupnya. ( Yan )

